<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Cermin Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/</link>
	<description>Rona  Alam dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 14:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: putrini mahadewi</title>
		<link>http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/#comment-283</link>
		<dc:creator>putrini mahadewi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 13:14:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sonyssk.wordpress.com/?p=233#comment-283</guid>
		<description>Salute.... I love to read all of your words, sentences, paragraphs, and the way you put them together with in-depth analysis  and concrete examples of &quot;Philosophy of Life&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salute&#8230;. I love to read all of your words, sentences, paragraphs, and the way you put them together with in-depth analysis  and concrete examples of &#8220;Philosophy of Life&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nadin</title>
		<link>http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/#comment-174</link>
		<dc:creator>nadin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:44:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sonyssk.wordpress.com/?p=233#comment-174</guid>
		<description>cerita yang bagus sekali bang...(akh...tidak konsisten nian aku...he...maaf bang, tadi2 rasanya masih segan, benar, sudah terlalu lama berada di dunia ini...membaca tulisan abang berkali2, jadi familiar lagi dan merasa dekat...he.....)

sayang sekali ya, begitu banyak orang berpikir demikian. saya mengalami sendiri cerita dengan tukang becak dijogja itu...mudah2an sekarang sudah tidak lagi...biar bagaimanapun itu memang sudah menjadi karakter orang yang mau gampang bang.

&lt;strong&gt;Sis:&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Iya Nad, aku kadang-kadang sedih melihat cara mereka memandang hidup, walaupun dalam kondisi prihatin, akal bulus juga yang dipelihara.  Tapi kita nggak oleh cepat putus asa, apa yang bisa diperbaiki kita perbaiki.  Dimana kamu selama ini Nad ?&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cerita yang bagus sekali bang&#8230;(akh&#8230;tidak konsisten nian aku&#8230;he&#8230;maaf bang, tadi2 rasanya masih segan, benar, sudah terlalu lama berada di dunia ini&#8230;membaca tulisan abang berkali2, jadi familiar lagi dan merasa dekat&#8230;he&#8230;..)</p>
<p>sayang sekali ya, begitu banyak orang berpikir demikian. saya mengalami sendiri cerita dengan tukang becak dijogja itu&#8230;mudah2an sekarang sudah tidak lagi&#8230;biar bagaimanapun itu memang sudah menjadi karakter orang yang mau gampang bang.</p>
<p><strong>Sis:</strong><br />
<em>Iya Nad, aku kadang-kadang sedih melihat cara mereka memandang hidup, walaupun dalam kondisi prihatin, akal bulus juga yang dipelihara.  Tapi kita nggak oleh cepat putus asa, apa yang bisa diperbaiki kita perbaiki.  Dimana kamu selama ini Nad ?</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tutinonka</title>
		<link>http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/#comment-145</link>
		<dc:creator>tutinonka</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 18:26:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sonyssk.wordpress.com/?p=233#comment-145</guid>
		<description>Wahaha ... tulisan Bang Sis maju pesat nih. Content maupun bahasanya ... yuhuiii .... asyik. 

Iya, betul Bang. Masyarakat kita ini enggan bekerja keras, maunya cepat kaya, cepat sukses. Makanya kisah orang yang tertipu dukun penggandaan uang, tertipu investasi fiktif, dan sebangsanya, nggak habis-habis. 

Sekarang ada jalan tol baru untuk menjadi kaya Bang, yaitu politik. Dengan menjadi politikus, orang tidak saja memiliki kekuasaan tapi juga uang. Anggota DPR dan DPRD itu gajinya puluhan juta, nggak jelas apa kerjanya, dan terjamin penghasilannya selama 5 tahun. Siapa nggak pengin? Makanya sekarang orang mati-matian berebut jadi caleg ...
&lt;strong&gt;Sis:&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Sabtu kemarin, kami berempat ke kampung ziarah sekalian nengok kebun, eh disimpang ada baliho besar, kubilang sama istri, itu bibik R juga nyalon tuh.. kata istri mana dia itu ? mendekat... ya memang dia.. anak paman ayahku. Komentar istri, apa sih yang dicari bibik, uang suami aja tumpah ruah nggak tahu dikemanain, masih ngerepotin badan lagi.  Kubilang dia bukan lagi cari uang, dia sedang membeli Kehormatan, Harga Diri, Status Sosial. (Suaminya adalah dokter Obgin terlaris di Medan, pasien rata-rata 100 orang per hari, coba kalikan Rp. 150.000,-  hampir lima belas juta  mulai jam 15.00 sampai 21.00.) Jadi memang ada juga yang mencalon untuk cari uang, tapi ada juga yang cari pekerjaan. (Buktinya: ketika dia lulus test CPNS kemaren, dia langsung mengundurkan diri dari Caleg). &lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahaha &#8230; tulisan Bang Sis maju pesat nih. Content maupun bahasanya &#8230; yuhuiii &#8230;. asyik. </p>
<p>Iya, betul Bang. Masyarakat kita ini enggan bekerja keras, maunya cepat kaya, cepat sukses. Makanya kisah orang yang tertipu dukun penggandaan uang, tertipu investasi fiktif, dan sebangsanya, nggak habis-habis. </p>
<p>Sekarang ada jalan tol baru untuk menjadi kaya Bang, yaitu politik. Dengan menjadi politikus, orang tidak saja memiliki kekuasaan tapi juga uang. Anggota DPR dan DPRD itu gajinya puluhan juta, nggak jelas apa kerjanya, dan terjamin penghasilannya selama 5 tahun. Siapa nggak pengin? Makanya sekarang orang mati-matian berebut jadi caleg &#8230;<br />
<strong>Sis:</strong><br />
<em>Sabtu kemarin, kami berempat ke kampung ziarah sekalian nengok kebun, eh disimpang ada baliho besar, kubilang sama istri, itu bibik R juga nyalon tuh.. kata istri mana dia itu ? mendekat&#8230; ya memang dia.. anak paman ayahku. Komentar istri, apa sih yang dicari bibik, uang suami aja tumpah ruah nggak tahu dikemanain, masih ngerepotin badan lagi.  Kubilang dia bukan lagi cari uang, dia sedang membeli Kehormatan, Harga Diri, Status Sosial. (Suaminya adalah dokter Obgin terlaris di Medan, pasien rata-rata 100 orang per hari, coba kalikan Rp. 150.000,-  hampir lima belas juta  mulai jam 15.00 sampai 21.00.) Jadi memang ada juga yang mencalon untuk cari uang, tapi ada juga yang cari pekerjaan. (Buktinya: ketika dia lulus test CPNS kemaren, dia langsung mengundurkan diri dari Caleg). </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ikkyu_san</title>
		<link>http://sonyssk.wordpress.com/2008/12/19/cermin-kehidupan/#comment-138</link>
		<dc:creator>Ikkyu_san</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 12:28:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sonyssk.wordpress.com/?p=233#comment-138</guid>
		<description>Yang pasti segala sesuatu butuh waktu dan tenaga. Tanpa itu pasti ada &quot;apa-apanya&quot;. Sayangnya orang Indonesia tidak mau menggunakan waktu dan tenaganya untuk berusaha memperbaiki dirinya. Maunya serba &lt;b&gt;instant&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;gratis&lt;/b&gt;. Dua kata yang sulit hilang dari masyarakat Indonesia.

salam saya pak
EM
&lt;strong&gt;Sis:&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;Sudah terbiasa dengan belas kasihan dari para penderma, itu makanya disluruh dunia, pengemis paling banyak ya di Indonesia.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang pasti segala sesuatu butuh waktu dan tenaga. Tanpa itu pasti ada &#8220;apa-apanya&#8221;. Sayangnya orang Indonesia tidak mau menggunakan waktu dan tenaganya untuk berusaha memperbaiki dirinya. Maunya serba <b>instant</b> dan <b>gratis</b>. Dua kata yang sulit hilang dari masyarakat Indonesia.</p>
<p>salam saya pak<br />
EM<br />
<strong>Sis:</strong><br />
<em>Sudah terbiasa dengan belas kasihan dari para penderma, itu makanya disluruh dunia, pengemis paling banyak ya di Indonesia.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
