Duhai betapa udara perbukitan begitu dingin menusuk
Bersama jatuhnya rinai gerimis senja
Hari petang meremang menuju gelap
Diperladangan perbukitan Padang Sambo
Janganlah menangis dinda jangan terlara lara adikku sayang
Kendatipun ayahannda kita senja ini tidak akan kembali pulang kerumah
Kita doakan ayahanda selamat dalam medan gerilya
Mengawal rakyat mempertahankan kemerdekaan
Yang baru saja di Proklamirkan oleh Sukarno Hatta.
Dinda kecilku sayang….
Senandung sendu kami dikala senja
Di perbukitan Padang Sambo
Dindaku dinda putra bungsu….
janganlah engkau menangis tak habis henti
Memanggil ayahanda…pahlawan jiwa
Biarlah ayahanda kita selamat dalam medan pertempuran
dan segera kembali dari tugas bergerilya
Membawa berita yang menyenangkan hati
Hatiku luka mendengar tangismu dinda
Rintihan rindu adinda bungsu…
Diperbukitan Padang Sambo
Ditengah rinai gerimis dingin menusuk kalbu
——————-puisi ini kupersembahkan untuk ayahanda tercinta bersama segenap saudara seperjuangannya eks TNI Sektor III/Sub Terr VII,- (Napindo Halilintar) DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA (17-8-1945 ….. 17-8-2009)
^_^
Oleh: Dhia on November 12, 2009
at 1:46 pm
terharu kel aku mbacasa
Oleh: tommy albert surbakti on November 21, 2009
at 7:53 pm
Kerinduan yang yang mengingatkan saya pada putri2 saya tercinta
Oleh: ALRIS on November 25, 2009
at 9:07 pm