Oleh: Sony | September 13, 2008

Berhenti Merokok

 

 

 

gaya merokok saat mahasiswa

gaya merokok saat mahasiswa

Kalau teman-teman perokok ditanya : kapan mulai merokok,  pada umumnya kita mendapat jawaban, sejak SD.  Ada yang membeli rokok dari uang jajan, ada juga menggunakan uang sekolah alias Uang SPP.  Merokok sangat dilarang oleh Guru, apalagi waktu SD dan SMP. Aku sendiri, sampai tamat SMA belum bisa dikatakan perokok.  Merokok sekenanya saja.  Belum ketagihan nikotin. Aku mulai menjadi perokok adalah setelah mendapat  Izajah BSc dari Universitas Gadjah Mada.  Kebetulan sejak BSc sudah laku ikut mroyek. Aku disertakan menjadi tim pengumpul data hidrometry Kali Dengkeng di Kabupaten Bojonegoro, kerjasama Lembaga Ekology UGM dengan Ditjen Pengairan Departemen PU.  Nah….nangkene mulane…..

 

Tugas utamaku adalah menghitung debit air sungai setiap kali banjir (permukaan air sungai naik), dan biasanya terjadi saat hujan. Oleh boss aku dibekali rokok cukup banyak, untuk dibagikan kepada anak-anak muda kampung yang sering ikut membantu (secara sukarela) entah karena  rasa ingin tahu, atau karena  ikut seru seruan saja. Setiap kali aku turun ke sungai, maka empat lima pemuda setempat akan ikut membantu, dan jatah rokok dibagikan.  Iseng-iseng aku juga ikut merokok, walaupun tidak terlalu butuh.   Sebulan di lapangan, aku ditarik kembali ke Kampus, karena kuliah akan segera dimulai.  Aku membawa rokok sisa yang belum sempat kubagikan, dua kardus supermi penuh pulang ke Yogya.  Siang hari kuliah, sore barangkali praktikum baik lab maupun lapangan, malam aku mengolah hasil data lapang, tentunya sambil merokok.  Habis rokok dua kardus, di kantong masih tebah uang honor proyek, kebutuhan rokok masih

ngantar tukang becak kliling kebon raya bogor sambil ngrokok

ngantar tukang becak kliling kebon raya bogor sambil ngrokok

terpenuhi.  Habis uang honor proyek, mulai ngutang nih di kantin Mak Totok di kampus. Tapi nasib baik, begitu selesai ujian semester, langsung berangkat ke lapangan, pemetaan areal Rencana Genangan Waduk Gajah Mungkur. Rokok gratis lagi, siklusnya tetap sama, ketika hamper mengutang lagi di kantin, ujian semester selesai, sekali ini ditugaskan  meneliti Sifat Banjir Kali Grindulu di Kabupaten Pacitan bersama Proyek Bengawan Solo, Sub Proyek Kali Madiun. Nah, sekali gus untuk nyusun skripsi critane. Uang buat beli rokok sudah tersedia. Singkat crita, dessss lulus ujian skripsi, wisuda, kerja,  kali ini tidak lagi di tepi sungai, langsung masuk hutan nyari-nyari lokasi Transmigrasi. Disini rokok bukan lagi tanggung, empat sampai lima bungkus sehari semalam, habis pasti. Begitulah berjalan dari hutan satu propinsi yang satu ke hutan propinsi  yang lain, dari rawa satu kabupaten yang satu ke rawa kabupaten  yang lain, akhirnya karena sudah cukup tua, dipulangkan ke kampung halaman di Sumatera Utara.

 

Alkisah berhenti merokokpun kita mulai.  Satu hari ketika bangun pagi, rasanya kok sulit buang air besar. Tapi perut mengeras dan terasa penuh. Coba makan papaya, nggak ngaruh. Nggak sadar perut dipukul, timbul rasa perih, periiiih sekali hamper sekujur tubuh bagian tengah, ya perut ya punggung. Dengan bantuan tetangga, dilarikan ke Rumah Sakit St. Elisabeth. Berjumpa dengan Dokter Juwita Sembiring Internist Gastroloog. Tanpa ba dan bu aku digeret ke  Laboratorium Gastrologi dan dilakukan endoscopy, dan vonisnya  adalah penyakit gastritis dan tukak lambung. Akibat kebanyakan mikir, stress,  makan tidak teratur, kebanyakan ngopi dan merokok.

Keesokan harinya dijemput lagi dari ruangan, dibawa lagi ke Lab.  Diambil cairan lambung, analisis tingkat keasaman, tiga seperempat alias sangat asam.   Kemudian diberi obat, selang setengah jam diambil kembali cairan lambung, dianalisis, tingkat keasaman enam titik delapan alias normal.  Setelah itu disuruh merokok satu batang,  lamanya merokok sampai habis sebatang adalah tiga belas menit.  Lima belas menit berikutnya, diambil lagi cairan lambung, dianalisis, tingkat keasamannya kembali tiga point empat yang katanya tulang sup juga lebur dibuatnya didalam lambung.  Maka dengan sebuah senyum kemenangan, dokter mengatakan : Bang, aku tidak mau lagi berteori. Kalau abang tidak mau berhenti merokok, aku tidak mau mengobati abang. Cari dokter lain. Aku pun mengangguk dengan tersenyum pahit.  Suami dokter ini adalah sahabatku, ketika sama- sama kuliah di UGM.  Larangan merokok ini sudah sering disampaikan, dan aku berjanji akan berhenti merokok, tapi tidak pernah berusaha.

mengunjungi adik adik surveyor, tidak lagi merokok

mengunjungi adik adik surveyor, tidak lagi merokok

 

 

Tapi setelah ultimatum itu, akupun berjanji kepada diri sendiri untuk berhenti merokok. (Karena rasa perih tukak lambung itu, bukan main sakitnya). Kejadiannya tanggal 21 Mei 2005.  Dan sejak itu aku tidak pernah lagi mengisap rokok. Ada persediaan rokok di ruang kerjaku, hadiah dari teman, kubagikan kepada yang lain di kantor dengan ucapan : terimalah ini sebagai tanda mulai hari ini aku tidak merokok. Dan dengan pertolongan Tuhan, aku mempunyai kekuatan untuk mengatakan TIDAK untuk rokok selama  dua tahun  lebih. Aku sudah lupa dengan rokok dan tidak pernah lagi merindukannya.

 

 

 


Responses

  1. Selamat pak… sampai saat ini saya termasuk yang masih diperalat oleh racun nikotin. Mudah2an saya akan bisa menyetop ritual yang tidak menyehatkan ini secepatnya seperti bapak. He..🙂
    Sis
    Pepatah melayu mengatakan : Dimana ada kemauan, disitu ada jalan
    Tapi jangan berharap bahwa dengan berhenti merokok bisa menjadi kaya. Bukan disitu persoalannya.

  2. Wah syukurlah kl pak sonny udah disadarkan. belum telat memang. Terus terang saya ga suka dgn perokok, terutama perokok yg ga tau aturan, petantang petenteng ngisep rokok di dpn org banyak. Pingin rasanya teriak..”woiii!!! asap rokok sialanmu bukan buat kita, sana ngisep rokok di gunung aja!!!”
    *loh loh br dateng kok udah marah2… hehe maap pak jd esmosi😆
    Sis
    Aku pun dulu, waktu masih perokok, nggak nyadar kalau orang lain terganggu oleh asap rokokku. Sekarang setelah berhenti merokok, eh aku juga merasa tergangguuuuuuu sekali dengan asap rokok itu. Kalau dulu motto saya : Dilarang merokok kecuali bagi-bagi. Kalau sekarang : Dibagi tidak dibagi, pokoknya jangan ngerokok dooooong.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. SELAMAT PAK…LEPAS DARI BAHAYA ROKOK…
    KALO LIAT FOTO-FOTO ZAMAN DOELOE-NYA…
    PASTI PERJUANGAN BERENTI MEROKOK BAPAK SANGAT BERAT….

    YOU LOOK LIKE ROKOK LOVERR SEJATI
    DI FOTO-FOTO ITU….HEHE

    TAPI SEKARANG?…SALLUUUT!

    SIS:
    Berjanji kepada diri sendiri, (untuk berhenti merokok)
    kalau dilanggar, berarti menghianati diri sendiri.
    malu sendiri khan ? Makanya dengan berjanji kepada diri sendiri, (hati dan pikiran) maka kita rasanya bekerja bertiga (aku, pikiranku dan hatiku). Sinerginya……berhasil.

  4. Beberapa kali ngintip kesini belum ada tulisan baru, eh … sekalinya ngintip lagi ternyata sudah ada dua tulisan anyar. Sudah banyak tamu lagi. Wehehe …. selamat, blognya sudah mulai go public nih.

    Dibikin profilnya, Bang Sis. Biar visitor yang mampir bisa kenal, siapa pemilik blog ini. Widget-nya juga perlu diperbanyak, biar tampilan lebih seru ….😀

    Tentang ngerokok, sampai sekarang suamiku belum bisa berhenti, tapi sudah berkurang banyak. Rokoknya juga sudah ganti dari kretek ke rokok putih. Semoga saja suatu saat bisa berhenti.

    Kisah nyebur-nyebur sungai itu seru juga. Wah, kenyang menghirup udara hutan ya Bang? Sekarang kerja di instansi apa, kok anak buahnya para surveyor? Aku dulu kan kuliah di Geodesi, jadi banyak teman yang sering pada survei ke lapangan, termasuk proyek Bengawan Solo dan Brantas. Aku sendiri nggak pernah diajak ke lapangan, jadi nggak pernah nyebur sungai atau menerabas hutan …. hehehe
    Sis:
    Tentang penyempurnaan blog, harap bersabarlah. Namanya juga learning by doing, gurunya hanya monitor dan garuk garuk kepala, mana orangnya sudah tua lagi, ya lambat-lambat nanti juga bisa jadi tambah bagus.
    Supaya suamimu bisa berhenti merokok, coba kalian boikot sama anak-anakmu. Ogah dicium, selagi papa masih ngrokok githuuuu. Sssssst…jangan kasi tahu suamimu ya.
    Kerjaanku dimana ya ? Yang jelas aku adalah PNS, NIP ku 0101 dst. dan sebagai gambaran, alumni FT-Geodesi UGM juga banyak yang jadi kolegaku, contoh yang kira kira lulus antara 1981 – 1988 : Ir. Jayanto, Ir. Gabriel Triwibawa, Ir. Kiswanto (he…he..yang ini di Sleman), Ir. Adi Dermawan, Ir. Erwin Zubir, waaaaah banyak lagi.

  5. menarik artikelnya…saya copy ,untuk saya jadikan cerita kepada orang orang yang ingin berhenti merokok. Tapi…sebenarnya…gak usah paki sakit ya…tapi paki kesadaran saja dan makan pil Ni,,NIAT maksudnya.
    Sis
    Terima kasih ya bu, sudah mampir. Memang sebaiknya janganlah ditunggu datang penyakit baru sadar akan bahaya merokok. Kebetulan yang kualami melalui peristiwa sakit itu. Tapi barangkali seandainya pun aku tidak merokok barangkali akan kena penyakit maag juga. Maklumlah pekerjaanku memang berpotensi merusak keteraturan jam makan, penuh tekanan, banyak minum kopi. Syukurlah kejadian itu menjadi titik balik dalam pengelolaan kesehatanku.

  6. baguuuus dehh… kalau bisa tambahin motto, ni artikel gua copy buat tugas gua ya

  7. Eh lupa ditambahin lagi ya liputan-liputan orang-orang merokok………..

  8. Selamatkan Dirimu dari bahaya merokok..
    Sudah banyak Contonh yg membuktikan dahsyatnya bahaya merokok…
    yg berujung pd kematian…
    Sis
    Tuh dengarkan apa kata Melly tuh…bener kan?????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: