Oleh: Sony | September 21, 2008

RESPONSI RAHMAT TUHAN

Tuhan Membatasi PemberianNya Kepadamu demi Keselamatanmu.

Pada sebuah pembicaraan di Bengkel Mobil Pattimura Service, Jalan Setia Budi kota Medan, aku berbincang bincang dengan Buyung Botak, seorang  penarik Betor (Becak Bermotor) yang biasa mangkal di Jalan Kapten Muslim, tepatnya didepan Millenium Plaza, plaza handphone terbesar di Sumatera bagian Utara.   Yang membuatku tertarik adalah  pengakuannya bahwa dia bersyukur diberi Tuhan rejeki hanya cukup hidup sederhana. Cukup buat makan sehari-hari , pakaian dan biaya sekolah anaknya yang baru kelas dua sekolah dasar.

“Kalau aku dikasi Tuhan rejeki besar, bisa-bisa tercerai berai aku dengan anak biniku” demikian dia berseloroh sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.   Ketika kutanyakan apa kaitan rejeki besar dengan cerai berai, dia katakan begini, “Pernah sekali waktu aku disuruh A Hok (pedagang HP) mengantar dua kardus Casing ke Binjai,(20 Km dari Medan) upah ku empat ratus limpul (Rp. 450.000,_), waktu aku balik ke Medan, ada godaan dalam hatiku untuk  ke Rumah Kitik-kitik (hotel yang disewakan per jam dan penyedia tukang pijat).  Kan sudah kotor otakku ini bang !.  Jadi baguslah sedikit pendapatan agar tidak terjerumus.” Itulah komentarnya.

Sepulang dari bengkel si Ginting itu, kucoba berdialoog dengan hatiku sendiri.  Betul juga ya, kalau si tukang beca itu jadi orang kaya, asik main, madon, mabok dan em-em yang lainlah kerjanya. Meranalah anak bininya. 

Mungkin, Tuhan memberi rejeki pas-pasan kepada  seseorang,  karena  jika Tuhan memberi rejeki berlimpah, maka dia akan menjadi manusia  yang lupa dan durhaka.


Responses

  1. Betul Bang Sis, banyak orang diberi harta banyak, diberi pangkat tinggi, ternyata tidak sanggup menyandang semua itu. Contohnya, para pejabat yang bukannya bekerja bagi kepentingan rakyat, tetapi malah korupsi dan memanfaatkan jabatan untuk tujuan pribadi. Orang kaya yang bukannya mendermakan hartanya untuk sesama umat yang miskin, tetapi malah merusak diri dengan perbutan dosa.
    Sis:
    Kapan ya kira kira terjadi, harimau bermain-main dengan rusa, musang bermain-main dengan ayam, ular bercanda-canda dengan kodok, manusia tentunya tidak lagi menjadi serigala bagi manusia lain.

  2. Hmmm saya baca reply pak Sony….
    disini ada anime yang menceritakan seekor serigala yang bersahabat dengan anak kambing… indah juga. Sayang dalam bahasa Jepang. Kalau ada bhs Inggrisnya saya carikan deh.
    EM
    Sis:
    Haddugh…..klo belajar bahasa Jepun pula dulu, ampun deh mba”. mana hurufnya juga lengket-lengket (kanji tuuuh). Sebenarnya yang berbau Jepang itu secara umum mempunyai kualita yang sangat baik. Termasuk filosofi hidupnya. Makasih ya, udah datang ge gubugku, tolong dong datang laghi yaaaa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: