Oleh: Sony | Oktober 30, 2008

WISATA IMAN

Graha Maria Annai Velangkanny

 

Sangat menakjubkan dan sungguh indah. Mungkin bisa menjadi salah satu keajaiban dunia pada abad milenium kedua.  Itulah kesan pertama ketika berkunjung ke  Graha Maria Annai Velangkanni yang berlokasi  di Jalan Sakura Indah III no 10 Tanjung Selamat, Medan Sumatera Utara.

Gaya arsitekturnya unik, berpadu dengan simbol-simbol religi menjadikannya satu Gereja Katholik yang megah dan indah. Bagi anda yang gemar melakukan wisata religi, Graha Maria Annai  Velangkani bisa menjadi salah  satu pilihan.

 

Gereja Katholik Graha Maria Annai Velangkani

Gereja Katholik Graha Maria Annai Velangkani

 

 

Munculnya Graha Maria Annai Velangkanni ini diprakarsai oleh Pastor James Bharataputra SJ, yang sejak 35 tahun yang lalu sudah bercita-cita membangun sebuah tempat ziarah Annai Velangkanni di Indonesia.

Asal usul Devosi Annai Velangkani ialah abad XVII, di sebuah dusun di pesisir Tanjung Benggala, di India Selatan, di Propinsi Tamil Nadu, dimana telah terjadi muzijat  penyembuhan baik jasmani maupun rohani.  Sejak itu pemuja Maria Annai (bunda) datang berziarah dari seluruh penjuru,  dari berbagai suku, bangsa,  bahasa, dan kepercayaan manapun,  untuk berbagi rahmat Tuhan.

 

Ornamen Pintu Gerbang Bagian Tengah Rumah Adat Batak Toba, Bagian Tepi Kiri-Kanan Rumah Adat Karo

Ornamen Pintu Gerbang Bagian Tengah Rumah Adat Batak Toba, Bagian Tepi Kiri-Kanan Rumah Adat Karo

 

 

Sebagaimana disebutkan didalam Buku Panduan Graha Maria Annai Velangkanni yang ditulis oleh Pastor James Bharataputra SJ sendiri, maka Graha Annai Velangkanni yang ada di kota Medan, bukanlah duplikat dari Basilika Annai Velangkanni di India Selatan, karena baik arsitektur maupun konsep konsep yang dianut oleh Graha Maria Annai Velangkanni di Medan sama sekali baru.

 

Dibelakang Ruang Doa, terdapat keran air suci yang muncul secara ajaib pada waktu pemasangan Patung Annai Maria Velangkanni.  Air tersebut mengalir terus menerus membasahi lantai ruang doa, sehingg akhirnya dibuka dan dibuatkan keran untuk dijadikan oleh-oleh bagi kaum peziarah. Juga untuk kepentingan peziarah disediakan kemasan botol dengan biaya pengganti secara suka rela (seikhlasnya).

 

Ruang Doa Utama (Tempat Mata Air Muncul)

Ruang Doa Utama (Tempat Mata Air Muncul)

Dua Botol Air Suci
Dua Botol Air Suci

Responses

  1. waaah…indahnya….kok seperti bukan di Indonesia saja ya pak …
    Ada unsur Hindu nya…ada unsur daerah karonya…cantik sekali…suatu saat akan bisa lihat kesana.
    Sis:
    Ya indah memang. Dan Graha ini sekarang sudah padat jadwal kunjungan dari berbagai penjuru, terutama dari negara tetangga kita, Phillipine, Malaysia, Singapura dan Thailand.

  2. Wah… 🙂 baru tau ternyata ada bangunan yang seindah itu di Medan. Kenapa selama ini tidak pernah mendengarnya ya Bang?. Atau mungkin saya yang kurang wawasannya. thanks
    Sis:
    Bangunan ini memang baru. Pembangunannya dimulai sejak Bulan September 2001 dan Peresmiannya oleh Gubernur Sumatera Utara Drs. Rudolf Pardede dan Uskup Agung Medan Mgr AGP Datubara tanggal 1 Oktober 2005. Jadi lumrah saja kalau Mbak yang di Amrik belum pernah dengar.

  3. Jadi bangunannya baru dimulai tahun 2001, Bang? Wah… sungguh hebat. Ketika orang-orang ramai membangun Mal-Mal, ternyata ada yang berniat membangun sebuah gereja dengan bentuk yang sangat indah (tidak angkuh seperti bangunan modern lainnya)…

    Salut, Bang.
    Dengan ide pemerintah daerah…
    Juga dengan Abang,
    yang selalu bisa menambah wawasan saya…🙂

    keep up the good work!
    Sis:
    Sebenarnya ini bukan hasil karya Pemerintah Daerah. Ini murni prakarsa dari sebuah Komunitas India Tamil Nadu (India Selatan) yang ada di Medan dan sekitarnya. Menurut catatan sejarah, orang-orang India Tamil didatangkan oleh Pengusaha Perkebunan Tembakau di Daerah Sumatera Timur (Deli) sebagai pekerja dan kuli kontrak di kebun mereka pada akhir abad XIX. Disamping yang beragama Hindu, komunitas ini sebahagian juga beragama Katholik dan dibawah pimpinan Pastor James Brathaputra SJ, memprakarsai pembangunan sebuah rumah suci (shrine) untuk penyembuhan. Dan dalam kerja-samanya dengan seluruh umat Katholik di Sumatera Utara serta dukungan penuh dari Keuskupan Agung Medan, maka terwujudlah Graha Shrine Maria Annai Velangkanni ini.
    Ide dasar arsitekturnya memang dilandaskan kepada budaya Tamil Nadu India Selatan
    .

    • PEMDA,,, saya rasa berat mereka…😉
      Ini merupakan wujud doa seluruh umat dari berbagai latar belakang agama yg berbeda… dan anugerah dari Annai Velangkani… ttppun, saya sudah lama tidak kesana, kangen juga… cukup bnyk anugerah yg saya rasakan… ttp sampai saat ini belum byk yg dapat saya bls…😦

  4. bagus sekali ya arsitekturnya
    Sis:
    Kehadiran bangunan ini di Indonesia, menambah keyakinan kita bahwa Tuhan menciptakan manusia penuh dengan keindahan, yang akhirnya menghasilkan karya yang indah pula.

  5. Wow..indah sekali…
    tahun depan saya ada agenda ke Medan, mudah-mudahan bisa melihat sendiri kesana..
    Thanks for sharing..🙂
    Sis:
    Semoga rencananya dapat terlaksana dengan baik. Dan… Medan menanti kedatangan anda.

  6. sebelum saia pindah ke Bandung buat kuLiah, graha Maria ini menjadi tempat favorite saya tuk bercerita semua dan berdoa……………

    dan doa saia dikabulkan……..

    sungguh mukjizat…
    lum ada yg dapat menyaingi di Bandung, kangen Medan!
    Sis:
    Semoga sukses diperantauan. Kalau pulang ke Medan, jangan lupa mampir ke Graha Maria di Medan Permai, dan kalau ada rejeki, boleh juga menyumbang.
    kangen dengan keagungannya^-^

  7. kalau bisa ditambahi lagi keindahannya ya..
    kebetulan saya umat katolik yang seing kesitu.saya tinggal di siantar jadi kalau ke medan gak pernah lupa ke Velangkani..
    memang katolik selalu jadi contoh dan yang terbaik ya!!!!!!!!!
    salam damai….
    Sis
    Pembangunan Gereja Annai Velangkani akan terus berlanjut kok. Bahkan akan ditambah dengan Guest House untuk para peziarah.

  8. kalau bisa ditambahi lagi keindahannya ya..
    kebetulan saya umat katolik yang sering kesitu.saya tinggal di siantar jadi kalau ke medan gak pernah lupa ke Velangkani..
    memang katolik selalu jadi contoh dan yang terbaik ya!!!!!!!!!
    salam damai….

  9. oh yach?
    bagus donk!!!!
    sebenarnya siapa perancang graha ini?
    salam buat pastor james ya….

  10. luar biasa sekali!!!!!!!!!!

    SALAM MARIA PENUH RAHMAT !!!!!

    TUHAN YESUS RAJA KITA
    Sis:
    Terima kasih, keep your spirit

  11. ada ungkapan:
    Ketika gereja terbuat dari kayu, hati umatnya terbuat dari emas; ketika gereja terbuat dari emas, hati umatnya terbuat dari kayu.
    Semoga ungkapan diatas salah, seharusnya ketika gereja terbuat dari emas, hati umatnya terbuat dari emas pula.
    GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: