Oleh: Sony | Desember 13, 2008

Kisah Dari Negeri Seberang

Pulau Pinang Pulau Impian

 

Jumat, visit  dokter hanya sampai pukul satu, dan sekarang  hampir pukul dua, pasien Dr Liem masih juga antree.  Dan nampaknya aku adalah pasien terakhir.  Tidak banyak yang dikomentari Dr Liem, kecuali kondisi berat badanku yang menurut beliau overweigt sebanyak 6 kg.  LDL juga masih tinggi, tandanya masih malas berolah raga.  Selebihnya semua beresss, jantung good, tulang rapuh tidak ada, tanda pendarahan dan luka usus tidak ada, gejala prostat tidak ada..  Dititipi obat tiga jenis untuk dua bulan, Dokter minta bertemu lagi akhir bulan  Februari 2009.  Okey semua sudah tuntas, dan sudah boleh jalan-jalan.  Target sore ini adalah Gurney Plaza dan Istana Coklat.  Orang Penang sangat bangga dengan Plazanya yang memang cantik dan berlokasi di tepi pantai yang romantis.  Gurney Plaza is located at one of the most relaxing areas in Penang – Gurney Drive. Not only does it offer it variety shopping outlets, it is also dotted with delightfull eateries boasting of local and international cuisine.

di Plaza Gurney

di Plaza Gurney

 

Sambil menanti waktu makan malam, berkeliaran di plaza dan di pelataran  depan memandang laut disenja hari.. memang romantis.    Sehabis makan malam pergi ke sebuah butik coklat.  Sangat menarik dan produknya bermacam macam, mulai dari harga sepuluh ringgit sampai seribu ringgit satu kotak.  Mahal memang, tapi nampaknya kualitasnya sangat prima.  Malam itu bolehlah menikmati coklat beberapa butir. (Memang boleh kok katang Dr  Soong Seoh, penasehat kesehatan dari Wellness.

Keesokan harinya, sudah ada tujuan.  Pertama yang ingin dikunjungi adalah Kuil Buddha Thai yang diberin nama Sleeping Budha.  Disini dititipkan abu zenajah keluarga-keluarga yang beragama Budha, dengan membayar sewa tempat. Menarik bagi saya adalah patung Budha menurut shio atau tahun kelahiran.  Aku menyempatkan diri berphoto dengan Budha shio Ayam, shio kelahiranku.  Dari sana kami menuju Burma Temple, dan aku  sangat mengagumi patung budhanya yang berlapis emas. Seorang keturunan India bernama Guna (sudah kuberikan marga Sembiring Brahmana), yang setia mendampingi kami selama di Penang,  mengajak kami ke  daerah Air Itam.  Disana  terdapat Kuil Kek Lok Sie, dengan patung Dewi  Kwan Im (Kwan Im Pow Sat), yang sangat  besar. Saat kami berkunjung sedang direnovasi..  Ada hal yang sangat berkesan kepada istri saya, yakni ketika dia membeli kipas (rencananya buat oleh-oleh).  Ketika istri saya menawar harga, maka jawab pegawai Shoping Art itu: Jangan ditawar bu, nanti Dewi Kwan Im marah.  Karena semua uang keuntungan penjualan barang-barang souvenir ini untuk membiayai renovasi kuil. 

Kontan istri saya terdiam, dan langsung membayar lunas.  Kalimatnya cukup ampuh juga fikirku.  Dan akupun melihat bahwa proyek ini memang raksasa.  Dari ketinggian bukit ini, kita dapat melihat hampir seluruh kota Penang kecuali balik bukit.

Tempat yang cukup berkesan bagiku adalah sekitar Jalan Pangkalan Wed (Wed Quay), dimana terdapat Butterworth Terminal dan Tanjung City Marina. Dermaga dimana pada masa sebelum konfrontasi dengan Malaysia tahun 1962,  kapal-kapal dari Belawan membawa sayur-sayuran dari Brastagi untuk konsumsi penduduk Penang dan daerah perkebunan milik perusahaan inggris di daerah Perak dan sekitarnya.  Sayang, riwayat perdagangan itu kini telah menjadi sejarah saja.

Bersama  si Guna di Dermaga

Bersama si Guna di Dermaga

 

Gedung tertinggi di Penang adalah KOMTAR (Kompleks Tun Abdul Rajak), terletak di jantung kota (Georgetown) disebelah Komtar terdapat Mall yang cukup besar bernama Prangin Mall, tempat kaum muda mejeng.  Tempat ini menjadi sangat strategis karena dekat dengan terminal bus.

Ada satu lagi tempat menarik di kota lama yakni pusat jajanan ala india .  menjadi sangat menyenangkan karena aku berjalan dengan seorang keturunan India, jadi bebas mencari makanan dari satu kedai ke kedai yang lain. Harganya hampir merata delapan ringgit. Dan pada kawasan yang dikenal dengan nama Little India  ini ada nama Jalan  Lebuh Chulia, dan ketika kuceritakan kepada rekan Indiaku ini di Karo ada marga Sembiring Colia, yang konon memang berasal dari India, kami sama-sama tertawa mengiyakannya.

Tak jauh dari kota lama ini, ada benteng  Inggris bernama  Fort Cornwallis, yang dibangun pada tahun 1804 dan diberi nama penghormatan kepada Governor general of EIC, Charles Cornwallis. disebelahnya dinamai  Padang Kota Lama. Satu lagi tempat yang sangat menyenangkan adalah daerah Batu Feringgih, sebuar wilayah pantai yang sangat romantis, berjarak tempuh satu jam dari pusat kota Penang. Disini ada pusat pasar yang persis mirip dengan Pantai Kuta Bali, diberi nama  Batu Feringgih Sidewalk bazaar.  Barang-barang souvenir dan kaos-kaos yang ditawarkan juga banyak yang berasal dari Bali.  Bazaar ini dimulai saat maghrib dan bubarannya menjelang pagi.  Hotel-hotel mewah memang kebanyakan terdapat di Batu Ferringgih.  Hanya kita harus ikhlas pulangnya tengah malam.

Menyeberang ke Main-land atau semenanjung, yang disebut Seberang Pray melalui sebuah jembatan yang sangat panjang (14.000 m),  yakni dari daerah Glugor.  Di Glugor ini juga terletak USM, University Science of Malaysia, perguruan tinggi yang cukup disegani di Malaysia.

Berfoto Berlatar Patung Dewi Kwan Im

Berfoto Berlatar Patung Dewi Kwan Im

 

Ada satu tempat lagi yang belum sempat kukunjungi, namanya daerah Teluk Bahang. Dari Teluk Bahang ke  bagian Selatan, terdapat satu wilayah Pertanian Tanaman Buah-buahan Tropis (Tropical Fruit Farm) dan juga ada Forest Museum and Recreation Park.

Mungkin kesempatan akhir Februari nanti aku berkunjung kesana.

Proyek Raksasa

Proyek Raksasa


Responses

  1. Perjalanan yang menarik…

    Tapi kuharap kesehatan Bang Sony cepat membaik…biar Februari biar tambah gesit menjelajah negeri seberang.

    Selamat berakhir pekan…buat Bang Sony sekeluarga!😀
    Sis:
    Ya Lin, nampaknya aku sekarang sudah rajin jalan pagi (4.500 langkah) setiap hari, dimulai pk. 05 pagi sampai 05.45. dan kayaknya usaha menurunkan berat badan dan kolesterolnya berhasil. Jadi cukup pd lah jumpa Dr Liem Februari nanti. Salam kami juga dari jauh untuk Lina.

  2. waahh… pak oleh²nya manaaaaaaa??? huehuheue… btw pak sonny sakit apa?
    Sis:
    Waaah, oleh-olehnya ya crita. Aku nggak sakit, cuma ngantar kakak berobat (tulang belakangnya bergeser). Karena ada waktu, aku menjalani Check-up, dan itulah hasilnya, LDL tinggi, overweight 6 kg dan disuruh olah raga.

  3. oooh pantas akhir februari tidak bisa ketemuan di jakarta hihihihi

    EM
    Sis:
    Salah satu unsur, walau tidak dominan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: