Oleh: Sony | Agustus 16, 2009

SUARA SENDU (Mengenang Perang 1947-1949)

Sayup sayup
Senyap mengalun
Suara rintihan sendu sedu sedan mendayu dayu
Bak rintihan berganti jeritan hati luka
Menggaung jauh sampai diujung erbukitan
Dan menuju keheningan diatas sebuah makam
Makam sang Pahlawan

Lihat..asap mengepul
Pertanda kampung kampung telah dibumi hanguskan
Airmata para yatim dan kaum janda mengalir deras
Suara rintih pun mengaduk aduk haru dan duka
Semua untuk Mempertahankan KEMERDEKAAN

Langitpun sudah hitam kelam kepulan asap kampung yang dibakar
Air Laut pun memerah aliran darah para pejuang yang tertumpah
Rawa dan paya pun menguning aliran air mata segenap anak bangsa yang berduka
Ini semua untuk sebuah makna MERDEKA

Maka tegarlah duhai saudara saudaraku penerus bangsa
Jangan bercanda, jangan bergurau dalam mengelola pertiwi ini
Sebab
Nyawa, darah dan airmata telah banyak dipertaruhkan untuk kemerdekaan negeri tercinta ini
Janganlah sia sia pengorbanan para pejuang kita

Mari sambutlah segenap anak negeri
Beri harga dan hormat kepada kaum veteran pejuang
Bimbing dan dukung seluruh putra putri pejuang yang telah jadi yatim piatu
Rasa cinta dan kasih sesama dalam satu kandang bangsaku Indonesia
Sebab hanya itulah cita cita mereka
Para pahlawan ketika mereka berangkat menuju medan perang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: