Sekapur Sirih

Jika anda telah mampir di blog ini, dan ingin tahu siapa pemiliknya, mari kuperkenalkan diriku:

Namaku:  Sympson Sembiring Kembaren, Dilahirkan dan dibesarkan di  Tanah Karo,  Sumatera Utara, menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan melanjutkannya pada School of Geography and Town Planning, University of New South Wales, Sydney Australia.  Mengawali pekerjaan sebagai PNS pada Departemen Dalam Negeri, selain di Jakarta, pernah bertugas di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, Bogor, dan Sumatera Barat. Mempunyai satu orang isteri dan tiga orang anak, (satu orang putra dan dua orang putri). Setelah enam tahun bertugas di Ranah Minang, kami dipindah-tugaskan ke Sumatera Utara. Aku mempunyai rencana kelak setelah pensiun,  menjadi petani buah-buahan, dan menjadi penangkar tanaman hias.

Responses

  1. Ooo…geografi UGM to ? ankatan tahun berapa pak ?
    Wah…cita cita pensiunnya menarik tuh,,jadi petani buah buahan dan tanaman hias…saya juga mau…tapi sayangnya harga tanah di Jogja…gak rasional..muahaal banget.
    Salam untuk Nyonya dan keluarga.
    Sis:

    Menurut saya Mbak Dyah cocok sekali berkebun di daerah sebelum Kaliurang (Kenthungan ke atas, eh keatas itu istilah Medan, Kenthungan ngalor…..)berkebun sambil beternak Ikan Gurami, Tanam Strawbery, apalagi ya……….(kalau sayang duitnya buat beli lahan, minta aja duitnya pak Walikota). Kalau tanam jeruk, jangan jeruk siam, pilih saja sunkist karena dia berbuah terus tanpa mengenal musim. Pasti nyaman mbak. Ntar sekali waktu aku mampir, kalau ada ongkosku datang ke Yogya.
    Makasih ya mbak, udah ngunjungin gubugku, dan jangan bosan datang lagi. Suwun.

  2. wahhhh hebat sekali….
    aku juga mau ah jadi petani tapi di Tokyo ngga ada lahan sih. Di jakarta rumahku dalam kota. Kayaknya saya musti bermigrasi ke Yogya aja deh. Kira-kira Bu Dyah mau terima warga kayak gini ngga ya?
    Sis:
    Pada masa kuliah dulu, aku pernah berkelana ke Pegunungan Menoreh, namanya daerah Argopuro. Saat itu disana banyak cengkeh. Tapi saya yakin, kalau disana dibuat perkebunan kopi, jeruk, penangkaran burung dan beternak kelinci….wah pasti sedep. Mulai aja dari sekarang hunting lahan. Tapi jangan luas-luas, nanti orang desa kehilangan lahan usaha.

  3. Salam Kenal Bang Sony, Wah pengalaman hidupnya banyak sekali Bang ya. Baik di dalam dan Luara Negeri. Semoga semua rencana ketika pensiun dapat terwujud dengan mudah.

    Asyik banget tuh rencananya Bang Sony, Disaat pensiun menikmati keindahan pohon buah buahan dan tanaman hias hhmmm… Indah sekali. (Semoga ga ada pohon pisangnya, biar Yulis bisa ikutan untuk menikmati suasana indah itu..😛 )

    Sekali lagi salam kenal dari saya dan Sukses selalu untuk Bang Sony dan keluarga. thanks
    Sis:
    Memang pensiunnya masih lama sih. Tapi dari sekarang saya belajar menjadi petani, terutama teknik teknik pengaturan puncak musim buah. Itu lho kalau lagi musim, harganya jatuh tuh….tuh sampai muraaaaaaah banget. Kalau lagi musim sela, harganya cukup menggairahkan juga. Nah yang kupikirkan sekarang, bagaimana menggeser musim panennya supaya tidak bersamaan dengan kebun tetangga. Apa mbak dewi ada idee?

  4. wah saya baru liat ada tag sekapur sirih ini, jd bisa kenal lebih jauh dgn pak kumis hahaha…
    waktu di sumatera selatan ditempatin dimana pak?

    btw saya izin ngelink kesini yaaaa🙂
    Sis:
    Tentang kumis, Tuti Nonka meminta agar dicukur ajjjja. Tapi klo dicukur, kasihan pisau cukurnya.
    Dulu aku berkantor di Kapt Rivai, tinggal di Sersan Sani (Kompleks CPM), dan areal jelajahanku yang terakhir adalah Prabumulih- Gunung Megang- Muara Enim, Pendopo. Ujan Mas, Pinang Belarik.

  5. salam kenal pak.
    terima kasih kunjungannya

    emang bener kl mau pensiun mah mending di di daerah, sukur kalo punya tanah di kampung. Unvestasi murah meriah🙂
    Sis:
    Doakan saja, bapak dalam kondisi sehat dan masih fit ketika pensiun nanti, supaya cita-cita jadi petani dapat tercapai. Selamat menempuh ujian, supaya 19 Februari 2009 nanti kamu ikut diwisuda.

  6. Wah jadi petani…

    tapi sekarang petani jeruk di kampung lagi “tiarap”. Karena harga pupuk yang begitu mahal tidak sebanding dengan harga jual jeruk.
    termasuk orang tua saya
    tapi lumayanlah jeruk di kampung lumayan bisa buat saya selesai kuliah
    <khan dulu masuk kuliah Bapak saya sudah pensiun. (jadi curhat ^_^)
    Jadi harga sarjana saya seharga berapa keranjang jeruk yahh? hehehhehehe

    Sis:
    Sebagai orang beriman, kita tidak boleh kehilangan harapan. Harapan yang dilandasi iman, itulah modal kita untuk tetap tegar berjuang. Semoga hidup kita berguna bagi sesama. Hidup petani jeruuuuuuk …………….!!!

  7. wah kita sama alumnus geografi, tp dg profesi yg berbeda …he..he…pasca pensiun itu lho yg menarik ! jadi petani buah, pasti keren…punya lahan ditanami buah, ada pondok yg lengkap dg tempat tidur n kamar mandi ..saat panen tiba, kita ajak keluarga ikut panen sekaligus liburan ! it’s wonderfull life ! i hope ur dreams come true
    Sis:
    Aku angkatan tahun berapa ya ? Yang jelas angkatan tuaaaaa banget.
    Tentang kebun, sudah ada kamarnya, dan sudah ada juga kamar mandinya, dan keluarga ke sana tidak hanya saat panen, paling tidak dua minggu sekali (Tiap Hari Sabtu) kita ke kebun.
    Untuk tahu sisi lain, silahkan lihat Posting saya dengan judul Berkebun Jeruk.

  8. mejuah juah
    salam kenal

    ttd
    satya sembiring
    Sis:
    Salam kenal kembali, terima kasih banyak.

  9. Rencana pensinnya itu…… Kebayang sebuah kebun nan hijau oleh pepohonan yang menghasilkan buah yang menggiurkan…..Dibawah setiap pohon terdapat bangku(tempat duduk) agar dapat menikmati apel, jambu, mangga dari bawah pohonnya sammbil menikmati hawah segar dipagi hari……
    Di sisi lain ada hamparan bunga yang nan luas yang menyebarkan aroma semerbak, merah, kuning, pink……wuaaaa indahnya…..
    Impian saya kelak akan memiliki kebun bunga nan luas dimana tiap petaknya terdiri dari warna seragam….. Sekarang blom dapat diwujudkan maklum tinggalnya di komleks😀
    lha ko’ mala curhat yaa…
    Sis:
    Nampaknya kita se-ide ya mbak Rita. Aku pun perlahan-lahan mempersiapkannya, walaupun sederhana tapi mudah-mudahan terwujud. (Maksudnya tatkala pensiun, badan masih fit dan sehat, supaya angan-angannya dapat diwujudkan dengan pasti). Memang kebun kita di pegunungan, berjarak 80 km dari rumah, tapi paling tidak sekali sebulan kami mengontrol ke gunung.

  10. Nah, saya meninggalkan jejak disini dalam rangka kunjungan balasan…

    Saya akan sering-sering berkunjung kesini,
    apalagi kalau jeruknya pas musim berbuah.. hehehe..
    Salam kenal !!🙂
    Sis:
    Terima kasih sudah mampir. Singgahlah selalu, tanpa harus menunggu musim. Karena kami disini setia menanti.

  11. salam kenal pak sony..

    rencana jadi petani buah-buahan dimana pak??
    jakarta atau sumatera??
    Sis:
    Salam kenal kembali Nad. Tentang rencana berkebun buah-buahan, tergantung dimana pensiunnya nanti. kalu pensiun di Jakarta, kita cari tanah di Bogor atau Sukabumi, kalau pensiunnya di Surabaya kita cari tanah di Malang atau sekitarnya, kalau pensiunnya di Bandar Lampung, kita cari lahan disana, kalau pensiun di Medan kita pulang ke kampung aja (kan ada warisan kakek kita).

  12. kalo gitu.. jadi petani yang mobile aja pak.. yang dimana2 banyak lahan pertaniannya.. bukannya jadi petani itu kaya ya pak..?!?😀
    eh.. kalo di bogor.. kasih2 kabar ya pak.. kan saya tinggal di bogor😆
    Sis:
    Aku juga kepingin berkebun di Bogor, entah di arung atau Lewiliang, atau kearah Puncak sana seperti Hegarmanah, atau Cipendawa, tapi sayang di tempatmu ini harga tanah sampai langit ke tujuh.

  13. Salam kenal Pak Sympson. Pengalaman kerja bapak sungguh panjang dan tentu karenanya banyak ilmu karena sudah pernah menetap di banyak daerah. Saya pernah ke Brastagi (mungkin daerah Pak Sympson?) sewaktu ada gawe di Sibolangit yang sekarang jadi tempat wahana hiburan (dulu “hiburan” malam yang tempatnya deket banyak tower tv). Saya berkunjung kesini, inta ijin blognya saya taut. Salam kenal, ditunggu kunjungan baliknya. Salam.

  14. halo pak, rencana menjadi petani buah2an bagus sekali.. nanti boleh cicipi buah2annya ya😀.. request nanem duren pak, hehehe

  15. waah maaf Oom Sony..saya tidak pandai berkebun,..tapii kalau panen kabarnya di nanti yaa..

    Sis:
    Kalau udah panen, nanti kukabari ke jakarta. Terima kasih yaaaa.

  16. Mejuah-juah
    Sis:
    Mejuah-juah juga untuk kam

  17. Om..Sony..
    ada titipan di blog aku..tolong di ambil ya..?
    Terimakasih..
    Sis:
    Baiklah, Trims ya

  18. salam kenal dari mks pak sonny

    ya ya.. sepertinya kita punya visi yang sama jika kelak pensiun tiba hehe..

    fezbuk saya di daeng syamsoe
    Sis:
    Menyadari tahap demi tahap kehidupan ini, menurutku penting.

  19. Mejuah – juah bang,
    Saya orang karo asli tapi belum begitu mengerti mengenai adat karo ini secara detail dan saya berencana untuk menikah dengan warga negara asing, kira 2x abg blh ngasih saran apa yang harus kita lakukan. Ditunggu balasannya.

    Bujur
    Jelita
    Sis:
    Dimasyarakat karo, sebuah perkawinan dapat dibagi menjadi dua perihal yakni(1) Perihal membangun sebuah ruamah tangga baru yang merupakan proses chemistri antara dua individu. (2) Proses adhesi dan kohesi dua buah system (budaya dari dua keluarga) menjadi satu system yang lebih besar dimana masing masing sistem semula akan menjadi sub-sistem. Suksesnya sebuah perkawinan dalam sudut tinjau budaya adalah kalau sistem baru itu dapat tumbuh dengan baik tanpa ada alelemen yang dikorbankan atau terpinggirkan. Kembali ke kasus kamu, maka aku hanya bisa katakan apakah kamu ingin keluarga suamimu menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan sistim kekerabatan kita yang sudah terbentuk semula didalam keluarga besar ayah ibu kamu? Dan kira kira apakah mereka mampu melakukan adaptasi (dengan perasaan happy, tanpa ada rasa tertekan atau terpaksa?), atau memang kamu sebenarnya tidak terlalu memikirkan itu, tapi lebih cenderung kearah membangun rumah tangga kamu sendiri secara individual….(kondisi dapu-sumur-kasur yang kamu nikmati berdua plus anak anak dihari depan). Itu semua bergantung cita cita kamu….
    Cuma satu kuingatkan: jangan sekali kali meminta sisik kepada ikan lele…

  20. Mejuah – juah bang,
    Saya orang karo asli tapi belum begitu mengerti mengenai adat karo ini secara detail dan saya berencana untuk menikah dengan warga negara asing, kira 2x abg blh ngasih saran apa yang harus kita lakukan. Ditunggu balasannya…

    Bujur
    Jelita

  21. salam sitandan,

    mbera sukses🙂

    mejuah-juah

    lagu.karo.or.id
    Sis:
    Salam kenal kembali dan bujur……..

  22. salam buat pak sembiring…kalu dari marga bapak tutur kita aku ermama,perbahan nande bru kembaren ia.
    salam kenal buat pak sony…sekedar informasi saja pak,,,saya kalau mendengar kata pertanian langsung ingat kedua orang tua saya…mungkin kerna saya dibesarkan dari keluarga petani ya pak….jadi curhat juga ni…..hehehehehehhe.HIDUP PETANI>>>>>

  23. MJJ, kam tau banyak soal Ujung Bawang kali ya bang, bulang ku anak ujung bawang, kam tau umur kampung itu udah brp tahun ?
    bujur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: